Rabu, 03 Juni 2026

Uu Sopyan siap kembali mengabdi, berbakti dan mewujudkan aspirasi masyarakat singajaya lebih jaya dan digdaya.




Menuju Perubahan Desa Singajaya: Uu Sopyan Siap Mengabdi untuk Aspirasi Warga

 Bandung Barat, 3 Juni 2026 – Semangat membangun desa terus menggeliat di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. Hari ini, komitmen besar datang dari Uu Sopyan, yang secara resmi mencalonkan diri sebagai Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Singajaya untuk periode masa bakti 2026–2034.
​Dengan mengusung visi besar "Bersama Membangun Desa, Bersatu untuk Kemajuan", Uu Sopyan hadir dengan membawa harapan baru bagi masyarakat. Keputusan beliau untuk maju dalam bursa pemilihan BPD didasari oleh keinginan tulus untuk menjadi jembatan antara aspirasi warga dan kebijakan pemerintah desa.

​Sebagaimana terlihat dalam profil kampanye pada image.png, Uu Sopyan telah merumuskan empat misi utama yang menjadi landasan perjuangannya:

​Menampung Aspirasi Warga: Menjadi pendengar aktif bagi setiap kebutuhan dan keluhan masyarakat.

​Mengawal Pembangunan Desa: Memastikan setiap program pembangunan berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.

​Mendorong Transparansi dan Pelayanan: Memperjuangkan tata kelola desa yang bersih, terbuka, dan prima bagi seluruh warga.

​Mendukung Pemberdayaan Masyarakat: Membuka peluang bagi warga untuk lebih mandiri dan berdaya melalui program-program inovatif.

​"Melalui langkah ini, saya berharap bisa memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Desa Singajaya. Bersama-sama, kita wujudkan desa yang lebih baik, transparan, dan maju untuk kesejahteraan kita semua," ujar Uu Sopyan dalam pesannya.

​Masyarakat Desa Singajaya diajak untuk bersama-sama menyukseskan pemilihan ini dengan memilih calon yang memiliki visi jelas dan kepedulian nyata bagi masa depan desa.

*sumber caption from faktarealita.net

Rabu, 25 Februari 2026

Audiensi Kadin KBB Bersama Dinas Perikanan dan Peternakan KBB Hadirkan Program Bagi Pengusaha dan Masyarakat KBB secara luas.

KADIN KBB–Dispernakan Perikanan Perkuat Sinergi, Dorong Pasar Hewan hingga Sentra Sapi Perah di Bandung Barat

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bersama Dinas Perikanan dan Peternakan KBB memperkuat komitmen kolaborasi dalam pengembangan sektor perikanan dan peternakan melalui kegiatan audiensi yang digelar di Aula Dinas Perikanan dan Peternakan KBB, Rabu (25/2/2026).

Audiensi yang berlangsung sejak pukul 10.31 hingga 11.41 WIB ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan program, mulai dari percepatan perizinan usaha, penguatan kelembagaan peternak, hingga rencana pembangunan pasar hewan dan pengembangan peternakan sapi perah.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan KBB, drh. Wiwin Aprianti, M.Si, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi kunci utama untuk mempercepat pertumbuhan sektor perikanan dan peternakan di Bandung Barat.
Dinas sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan KADIN KBB khususnya dalam mempermudah akses perizinan melalui OSS serta penguatan kelembagaan pelaku usaha. Kami ingin memastikan pelaku perikanan dan peternakan bisa tumbuh dengan sistem yang lebih tertata, terpantau, dan berkelanjutan,” ujar Wiwin.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan data sektoral yang terintegrasi melalui sistem teknologi informasi sebagai basis perencanaan kebijakan. Menurutnya, digitalisasi data akan memperkuat pengambilan keputusan dan membuka peluang investasi yang lebih terarah.

Sementara itu, H. Ir. Agus Muhiban, M.M. Wakil Ketua Bidang Usaha Peternakan, Perikanan, dan Pertanian, Bersama. Surya Sugianto S.E., M.M. Inov dan Lutfi Faudzhil Adhiem, S.Pd. sebagai komtap pertanian fan ketahananan pangan KADIN KBB, menyampaikan bahwa dunia usaha siap menjadi mitra aktif pemerintah daerah dalam mengakselerasi berbagai program strategis.

“KADIN KBB mendorong adanya sentralisasi dan penguatan kelembagaan, terutama bagi peternak ayam petelur yang saat ini belum memiliki koperasi skala besar. Dengan wadah yang kuat, koordinasi, pembinaan, dan pemantauan dari dinas akan jauh lebih efektif,” ungkap Agus.

Ia juga mengungkapkan bahwa KADIN KBB mengusulkan pengembangan kawasan peternakan sapi perah di wilayah Cikalong dengan luas lahan sekitar 32 hektare. Lahan tersebut dinilai memenuhi kriteria teknis, termasuk berada di kawasan dengan ketinggian ideal minimal 1.000 meter di atas permukaan laut untuk mendukung produktivitas sapi perah.
Selain itu, dalam audiensi tersebut turut dibahas rencana pembangunan pasar hewan yang telah masuk dalam perencanaan jangka menengah dua hingga tiga tahun ke depan. Saat ini, lahan seluas 6.000 meter persegi telah tersedia dan siap dimanfaatkan untuk mendukung realisasi program tersebut.

Tidak hanya pada aspek produksi, kedua pihak juga sepakat mendorong regulasi penyerapan produk, khususnya agar Industri Pengolahan Susu memprioritaskan penyerapan susu dari produsen dalam negeri. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.

Sebagai langkah penguatan edukasi publik, Dinas Perikanan dan Peternakan KBB juga merencanakan sinergi dengan bidang seni dan budaya dalam produksi media dan film edukasi bagi pelaku usaha perikanan dan peternakan.

Audiensi ini ditutup dengan kesepakatan untuk melakukan survei lapangan bersama terhadap lokasi-lokasi potensial pengembangan usaha, serta menyiapkan draf Nota Kesepahaman (MoU) sebagai dasar formal kerja sama antara KADIN KBB dan Dinas Perikanan dan Peternakan KBB.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah daerah dan KADIN KBB berharap sektor perikanan dan peternakan di Bandung Barat mampu tumbuh lebih terstruktur, terorganisir, terintegrasi, berdaya saing, dan menjadi penopang ekonomi daerah yang berkelanjutan untuk masa kini dan masa yang akan datang.
Sumber Ref: newstv.id dan kanalindonesia.com

Minggu, 23 November 2025

5 Bulan Kekosongan Jabatan, Surya Sugianto Desak Pemkab Segera Gelar Seleksi Direktur Umum PT PMgS

Bandung Barat — Kekosongan jabatan Direktur Umum PT Perdana Multi Guna Sarana (PTMGS) yang telah berlangsung selama hampir lima bulan mendapat sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari tokoh muda sekaligus pemerhati kebijakan publik, Surya Sugianto, yang mendesak Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk segera menyelenggarakan seleksi terbuka guna mengisi posisi strategis tersebut.

Menurut Surya, kekosongan jabatan ini berpotensi menghambat kinerja perusahaan daerah, terutama dalam aspek manajerial, pelayanan publik, dan percepatan program bisnis yang telah dirancang sebelumnya.

“BUMD tidak boleh berjalan tanpa nahkoda. Lima bulan tanpa Direktur Umum jelas mengganggu ritme kerja dan menunda banyak keputusan penting,” ujar Surya Sugianto dalam keterangannya.

Surya menegaskan bahwa jabatan Direktur Umum bukan sekadar posisi administratif, tetapi kunci dalam menjaga stabilitas internal, menjalankan arah kebijakan perusahaan, serta memastikan BUMD dapat memberikan kontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pemkab harus segera membuka seleksi yang profesional, transparan, dan berbasis meritokrasi. Jangan sampai kekosongan ini menurunkan kinerja PT PMgS yang sedang berupaya memperkuat pondasi bisnisnya,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa momentum ini seharusnya menjadi kesempatan bagi Pemkab Bandung Barat untuk memperkuat tata kelola BUMD melalui proses rekrutmen yang akuntabel dan terbuka bagi profesional yang kompeten.

“Reformasi BUMD dimulai dari kualitas kepemimpinan. Direktur yang kuat akan membawa perusahaan lebih sehat dan berdaya saing,” lanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Bandung Barat terkait jadwal pembukaan seleksi Direktur Umum PT PMgS. Namun Surya berharap pemerintah daerah dapat memberikan kepastian agar pelayanan dan operasional perusahaan tidak terhambat lebih lama, serta apabila RUPS diselenggarakan dan menghasilkan keputusan dan kebijakan bisa mempercepat langkah BUMD khususnya PT.PMgS demi mewujudkan harapan bandung barat amanah.


“Semakin cepat diputuskan, semakin baik bagi perusahaan, karyawan, dan kepentingan publik,” tutup Surya.

Aktivis Hima Persis Jawa Barat Lutfi Faudzil Adhiem Dorong RDP, Agar Anggota DPRD KBB Tidak Buta Dan Tuli, Ini Bukan Isu Desa, Ini Isu Kabupaten Bandung Barat

Temuan lapangan memperlihatkan sanitasi rumah warga yang buruk: ventilasi minim, bau menyengat, hingga potensi paparan kuman yang memicu diare dan kecacingan. “Sanitasi dan gizi adalah fondasi kesehatan, dan semua itu berhubungan langsung dengan kemiskinan,” jelas Lutfi.

Kritik pada Kebijakan dan Kepemimpinan Lokal

Lutfi menyayangkan minimnya intervensi pemerintah meski Cihampelas dikenal sebagai kampung asal sejumlah tokoh politik daerah. Menurutnya, situasi ini bertentangan dengan amanat UU Penyandang Disabilitas serta regulasi provinsi maupun kabupaten yang menjamin pemenuhan hak-hak kelompok rentan.

“Pemerintah harus hadir bukan hanya saat seremonial, tetapi dalam kehidupan sehari-hari warga. Ini bukan soal belas kasihan, tetapi soal keadilan,” tuturnya.

Dorongan Audiensi dan Rekomendasi Kebijakan

Sebagai tindak lanjut, Lutfi dan Hima Persis Jawa Barat mendorong adanya rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Kabupaten Bandung Barat untuk membahas pemutakhiran data, pendampingan sosial, peningkatan layanan kesehatan dasar, dan pembangunan sanitasi layak di desa.

Ia menegaskan bahwa isu disabilitas bukan hanya persoalan bantuan, tetapi tentang memastikan bahwa setiap warga memiliki kesempatan hidup yang setara. “Cihampelas adalah cermin kecil dari masalah yang lebih besar. Jika desa ini bisa diperbaiki, itu bisa menjadi model penanganan inklusi sosial bagi wilayah lain,” ujar Lutfi.

Cihampelas: Pintu Masuk untuk Membaca Bandung Barat

Menurutnya, data yang ditemukan bukan hanya mencerminkan kondisi satu desa, melainkan gambaran awal masalah struktural yang mencakup seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Lutfi menegaskan bahwa Cihampelas hanya sampel awal. Ia menduga angka penyandang disabilitas dan stunting di kecamatan lain berpotensi memiliki pola serupa karena tidak adanya pemutakhiran data komprehensif dan lemahnya koordinasi antarinstansi.

“Cihampelas itu hanya data permukaan. Kalau kita gali Gunung Halu, Cipatat, Batujajar, Sindangkerta, mungkin kita akan menemukan kondisi yang sama atau bahkan lebih parah. Ini bukan isu desa — ini isu Kabupaten Bandung Barat,” pungkasnya.

Hima Persis Jabar / Red. semut Ibrahim NEWS / Kabar Jabar / Komite Kemanusiaan / Konsolidasi Forum

Jumat, 21 November 2025

BUMD KBB PERLU PEMBENAHAN, SURYA SUGIANTO SOROTi KEKOSONGAN PT. PMgS.


                Surya Sugianto, S.E.,  M.M.Inov

Kekosongan Jabatan di PT Perdana Multiguna Sarana, Surya Sugianto Dorong Pembenahan BUMD Kabupaten Bandung Barat

Bandung Barat – Kekosongan jabatan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bandung Barat, khususnya di PT Perdana Multiguna Sarana (PT PMS), terjadi setelah Direktur Utama, Deden Robby Firman (DRF), ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap oleh Polres Cimahi dalam kasus penipuan cek kosong.  

Menyikapi kondisi tersebut, tokoh masyarakat sekaligus pemerhati kebijakan daerah, Surya Sugianto, menegaskan perlunya langkah cepat dan terukur untuk membenahi BUMD Kabupaten Bandung Barat. Menurutnya, keberadaan BUMD harus tetap berjalan optimal sebagai penggerak ekonomi daerah dan penyedia layanan publik.  

> “BUMD adalah aset strategis daerah. Jangan sampai kasus ini menghambat kinerja dan kepercayaan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat harus segera menunjuk pelaksana tugas yang kredibel, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh agar tata kelola BUMD lebih transparan dan akuntabel,” ujar Surya Sugianto.  

Surya menambahkan, momentum ini harus dijadikan kesempatan untuk memperkuat sistem pengawasan internal, memperbaiki manajemen, serta memastikan BUMD benar-benar berfungsi sesuai tujuan awalnya: meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.  

Dengan adanya pembenahan yang segera dilakukan, diharapkan BUMD Kabupaten Bandung Barat dapat kembali fokus pada pelayanan dan pengembangan usaha yang sehat, sehingga kepercayaan publik dapat dipulihkan.

Jumat, 12 Mei 2023

DPD PAN KBB Targetkan 10 Kursi DPRD

BUSUR.blogspot.com DPD Partai Amanat Nasional (PAN) KBB pada siang tadi mendaftar sebagai peserta pemilu di Kabupaten Bandung Barat tentunya, sesuai arahan ketua umum, bahwasannya di hari ini tanggal 12 yang seharusnya jam 12.12 Wib, Karena Sholat Jumat jadi digeser jam 13.12 menit.


ABR, Selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD), mengungkapkan hari ini Perjalanan yang sangat luar biasa Partai Amanat Nasional diiringi oleh beberapa caleg (calon legislatif) yang sudah terdaftar jadi ada 50 anggota caleg. 

"Sekjen DPD KBB dan Wakil Bendahara, Pengurus harian dan juga ada keterwakilan dari Kecamatan serta Desa,  Alhamdulillah dalam hal ini partai amanat nasional sangat optimis Menang dengan pendaftaran hari ini di KPU," ucapnya. 


Menurut ABR, Karenakan sudah mempunyai kekuatan yang baru, ada mantan anggota DPRD dari partai yang lain gabung bersama PAN, dari Dapil 3 orang.

"Tambahan kekuatan Baru juga baru, tadi malam mendaftar seorang anak dari anggota DPRD dari partai yang lain juga tentunya partai amanat nasional ini menjadi sebuah gagasan-gagasan dan ide-ide yang baru untuk meraih kemenangan," ujarnya. 

Tentunya PAN sudah diiringi juga dengan kader-kader militan, ada tim akademisi, kaum milenial, Gen-Z,  juga ada tokoh pemuda dan tokoh masyarakat sudah gabung bersama-sama. 


"Kita jadi tambah optimis dan realistis. Insyaallah di pemilu 2024 menjadi partai pemenang dan meraih 20% buat di Kabupaten Bandung Barat," harapnya. 

20 persen dari 50 anggota DPRD yang ada di Kabupaten Bandung Barat saat ini, baru mempunyai 10 persen, 5 kursi di beberapa Dapil dan sudah tercapai. 

"Tentunya dengan segala upaya dan kekuatan yang sekarang saat ini bergabung bersama kita kita mempunyai kekuatan baru ada mantan anggota DPRD gabung bersama kita," terangnya. 


ABR Sedikit menceritakan, bahwa perjalanan dari rumah aspirasi dirinya dan caleg berangkat, bukan dari kantor DPD tapi dari rumah aspirasi kebetulan partai amanat Nasional mempunyai dua rumah aspirasi yang sudah diresmikan, satu di rumah aspirasi Dapil 1, dan yang ke 2 di rumah aspirasi Dapil 2.

"Alhamdulillah kita berangkat di yang terdekat, di rumah aspirasi di Dapil 1 kebetulan sangat luar biasa perjalanan sangat begitu konvoi dengan diiringi sholawat Layal Wathon " tandas ABR.

Ada hal menarik khususnya dari Caleg Newcomer *read.pendatangbaru yaitu Surya Sugianto, yang disapa akrab dengan Anto ini berangkat dari motivasi keluarga dan rekan sejawat.

Latar Belakang dari Akademisi di Bidang Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Hukum dan Kemanusiaan.

Jadi PANtas DPD PAN KBB Menambahkan Target 100% dari Kursi yang telah ada.

Penulis: SuryaS
Referensi: Kabarnegri.com

Uu Sopyan siap kembali mengabdi, berbakti dan mewujudkan aspirasi masyarakat singajaya lebih jaya dan digdaya.

Menuju Perubahan Desa Singajaya: Uu Sopyan Siap Mengabdi untuk Aspirasi Warga  Bandung Barat, 3 Juni 2026 – Semangat membangun d...